Membangun rumah itu ibarat maraton, bukan sprint. Dibutuhkan perencanaan yang matang, stamina finansial, dan keputusan yang konsisten dari awal sampai akhir. Sayangnya, salah satu kesalahan paling sering terjadi saat bangun rumah adalah mengubah desain ketika konstruksi sudah berjalan.
Daftar Isi
ToggleAwalnya mungkin terdengar sepele:
“Ah, temboknya digeser dikit aja.”
“Kayaknya dapurnya kurang luas, dibesarin ya.”
“Bisa nggak kalau jendelanya dipindahkan ke sana?”
Namun dalam dunia konstruksi, “sedikit” itu hampir selalu berarti biaya tambahan, waktu molor, dan potensi masalah teknis .
Artikel ini akan membahas secara mendalam:
Mengubah desain saat konstruksi berjalan adalah melakukan revisi terhadap gambar, spesifikasi, atau konsep bangunan setelah pekerjaan fisik sudah dimulai.
Contohnya:
Perubahan ini bisa terjadi pada tahap:
Semakin awal perubahan dilakukan, dampaknya masih bisa dikendalikan,
Semakin akhir , resikonya semakin besar.
Banyak orang mengira gambar desain hanyalah “panduan kasar”. Padahal dalam konstruksi, gambar kerja adalah perintah teknis.
Mengubah desain di tengah jalan berarti:
Dalam praktiknya, hampir tidak ada perubahan desain yang benar-benar murah .
3.1. Biaya Membengkak Tanpa Disadari
Ini dampak paling nyata. Contoh kasus:
Akibatnya:
Yang lebih berbahaya: biaya tambahan sering muncul sedikit demi sedikit , sehingga pemilik rumah tidak sadar totalnya sudah sangat besar.

3.2. Waktu Pembangunan Molor
Setiap perubahan desain:
Akibatnya:
Rumah yang seharusnya selesai 6 bulan, bisa molor jadi 9–12 bulan.
3.3. Risiko Kualitas Bangunan Menurun
Bangunan yang terlalu sering diubah:
Dalam jangka panjang:
Rumah jadi terasa “aneh”, meski secara kasat mata tampak bagus.
3.4. Masalah Struktur yang Tidak Terlihat
Ini yang paling berbahaya. Contoh:
Kesalahan ini tidak selalu langsung terlihat , tapi dampaknya bisa muncul bertahun-tahun kemudian.

4.1. Mengubah Denah Ruang
Paling sering terjadi:
Kesulitan:
4.2. Mengubah Material di Tengah Jalan
Perubahan ini menjadi:
Sering kali, perubahan materi justru membuat detail teknis tidak optimal .
4.3. Mengubah Bukaan (Pintu & Jendela)
Bukaan sangat berpengaruh pada:
Mengubah setelahnya dinding jadi:
4.4. Mengubah Tinggi Plafon & Bentuk Atap
Perubahan ini berdampak besar pada:
Banyak kasus rumah bocor atau panas berlebih bermula dari perubahan atap dadakan .
5.1. Perencanaan Awal Tidak Matang
Ini akar masalah utama.
Ciri-cirinya:
Akibatnya, pemilik baru sadar kekurangan desain ketika rumah mulai terlihat wujudnya.
5.2. Terlalu Banyak Referensi di Tengah Proyek
Media sosial bisa jadi bumerang.
Saat konstruksi berjalan:
Akhirnya: “Kok rumah orang lebih bagus ya?” Padahal konteks lahan, anggaran, dan struktur berbeda.
5.3. Tidak Memahami Gambar Desain
Banyak pemilik rumah:
Ini tidak sepenuhnya kesalahan pemiliknya-terkadang arsitek juga kurang menjelaskan secara visual dan fungsional.
5.4. Anggaran Tidak Realistis Sejak Awal
Ketika dana mulai:
Perubahan ini sering terjadi secara reaktif, bukan strategis.
Mengubah desain terus-menerus Membuat pemilik stress. Proyek rumah yang seharusnya membahagiakan justru menjadi sumber konflik.
7.1. Luangkan Waktu di Tahap Desain
Lebih baik:
Tahap desain harus mencakup:
7.2. Diskusi Kebutuhan Jangka Panjang
Tanyakan sejak awal:
Desain rumah bukan hanya untuk hari ini.
7.3. Gunakan Gambar Kerja yang Lengkap
Gambar kerja lengkap meliputi:
Semakin lengkap gambar, semakin kecil peluang perubahan di lapangan.
7.4. Tetapkan Keputusan Final Sebelum Bangun
Biasakan prinsip: “Setelah tanda tangan gambar kerja = tidak ada perubahan kecuali keadaan darurat.” Perubahan masih boleh, tapi:
7.5. Libatkan Arsitek Selama Konstruksi
Pendampingan arsitek saat pembangunan membantu:
Banyak masalah muncul karena desain “ditinggal” begitu saja setelah gambar selesai.

Mengubah desain saat konstruksi sudah berjalan adalah kesalahan yang paling sering terjadi saat bangun rumah , dan hampir selalu berakhir pada:
Bukan berarti desain tidak bisa berubah sama sekali. Namun perubahan harus:
Sebagai arsitek, saya sering mengatakan: “Desain yang matang itu bukan yang paling keren, tapi paling sedikit diubah saat dibangun.”
Karena rumah yang baik bukan hanya indah saat jadi, tapi nyaman, aman, dan tidak meninggalkan penyesalan di kemudian hari .
The MEZZANINE Studio merupakan bagian dari Arkamaya Grhatama yang fokus bergerak di bidang perencanaan, desain arsitektur dan interior
Masih bingung dengan desain rumah yang ingin dibangun? Free konsultasi dengan arsitek kami