Benarkah Bahwa Gaya Minimalis Mulai Ditinggalkan? Mitos, Fakta, dan Arah Baru Tren Desain Hunian Masa Kini.
Daftar Isi
ToggleBeberapa tahun terakhir, banyak headline desain interior berbunyi provokatif: “Minimalisme sudah mati!” , “Semua warna putih sudah berakhir!” , atau “Lebih sedikit tidak lagi lebih.” Kalimat-kalimat seperti ini membuat banyak orang—termasuk klien dan praktisi arsitektur—mulai bertanya: benarkah gaya minimalis benar-benar mulai ditinggalkan?

Pertanyaan ini menarik, karena selama lebih dari satu dekade minimalisme menjadi “agama desain” bagi banyak orang. Dari rumah tipe kecil hingga vila modern, dari apartemen urban hingga café estetik—semuanya berlomba tampil bersih, simpel, dan serba netral.
Namun, tren desain tidak pernah benar-benar statistik. Ia bergerak mengikuti kebutuhan manusia, perubahan gaya hidup, hingga dinamika sosial dan ekonomi. Jadi, apakah minimalis benar-benar selesai? Atau justru sedang berevolusi?
Mari kita bahas secara jujur, lengkap, dan realistis.
Sebelum membahas apakah minimalis mulai ditinggalkan, kita perlu memahami dulu mengapa gaya ini pernah sangat dominan.
a. Respon terhadap kehidupan modern yang sibuk
Minimalisme muncul sebagai jawaban terhadap kehidupan modern yang penuh gangguan. Konsep “less is more” memberi ketenangan visual dan mental.
b. Efisiensi ruang di kota besar
Hunian semakin kecil. Minimalisme menawarkan solusi praktis untuk membuat ruang terasa lega.
c. Pengaruh media sosial
Instagram dan Pinterest membuat visual minimalis—dinding putih, furnitur simpel—terlihat bersih dan fotogenik.
d. Mudah diterapkan secara massal
Pengembang dan produsen furnitur bisa memproduksi desain minimalis dengan cepat dan murah.
Hasilnya? Minimalisme menjadi standar desain global selama lebih dari 10 tahun.
Meski tidak hilang, beberapa indikator menunjukkan bahwa minimalis—terutama versi ekstremnya—mulai mengalami perubahan.
a. Kritik terhadap minimalisme yang terlalu steril
Beberapa desainer menyebut estetika minimalis yang terlalu polos sebagai “membosankan” dan kurang memiliki karakter.
Ruang yang hanya putih dan kosong sering terasa seperti katalog, bukan rumah yang hidup.
b. Minimalisme ultra-modern mulai ditinggalkan
Tren interior menunjukkan bahwa minimalisme ultra-modern dengan dinding putih polos dan ruang kosong berlebihan mulai ditinggalkan, menggantikan ruang yang lebih berlapis warna dan tekstur.
d. Dominasi warna netral mulai berkurang
Desainer melaporkan perubahan dari putih dan abu-abu menuju warna yang lebih kaya dan hangat.
Artinya, estetika minimal yang super bersih mulai kehilangan dominasi absolutnya.
Salah satu alasan munculnya narasi “minimalisme disukai” adalah naiknya tren desain yang lebih ekspresif.
a. Maksimalisme menjadi arus utama
Tren desain global mulai bergerak menuju ruang yang lebih penuh karakter, tekstur, dan cerita personal.
Namun penting dicatat: ini bukan berarti rumah harus ramai atau berantakan. Maksimalisme modern tetap terkurasi.
b. Rumah menjadi ruang pribadi, bukan sekadar estetika
Desainer melihat klien mulai mengutamakan kenyamanan, fungsi, dan identitas pribadi daripada sekadar tampilan minimal yang fotogenik.
c. Kebutuhan emosional pasca pandemi
Setelah pandemi, orang ingin rumah yang hangat, nyaman, dan hidup—bukan hanya bersih dan kosong.
Jawabannya: tidak .
Yang sebenarnya terjadi adalah transformasi besar terhadap definisi minimalisme. Minimalisme yang ditinggalkan adalah:
· Minimalisme steril
· Katalog Minimalis
· Seragam minimalis
· Minimalisme tanpa karakter
Namun minimalisme yang tetap relevan adalah:
· Minimalisme fungsional
· Minimalisme hangat
· Minimalisme pribadi
· Minimalisme kontekstual
Dengan kata lain, bukan gaya minimalisnya yang mati—melainkan versi ekstremnya yang berubah.
Salah satu arah baru yang muncul adalah konsep minimalisme hangat .
Ciri-cirinya:
· Bahan alami
· Tekstur
· Warna hangat
· Furnitur berkualitas tinggi
· Detail yang lebih manusiawi
Ini bukan lagi ruang kosong dengan satu kursi dan satu tanaman. Ini adalah ruang sederhana namun hidup.
a. Bekerja dari rumah
Ruang harus lebih fleksibel dan personal. Minimalisme yang terlalu kosong tidak lagi cukup.
b. Keberlanjutan
Orang mulai memilih furnitur berkualitas jangka panjang daripada furnitur murah massal.
c. Kebutuhan ruang multifungsi
Layout open plan yang dulu populer mulai dikaji ulang karena kebutuhan privasi meningkat.
Media sosial justru mempercepat kejenuhan terhadap minimalisme. Kesulitan:
· Semua rumah terlihat sama
· Warna putih…
· Furnitur generik
Akhirnya, masyarakat mulai mencari desain yang lebih unik dan personal.
Dalam konteks Indonesia, minimalisme kemungkinan besar masih bertahan lama karena:
· Luas lahan terbatas
· Anggaran konstruksi terbatas
· Iklim tropis cocok dengan desain sederhana
· Perawatan rumah lebih mudah
Namun minimalisme di Indonesia juga mulai berevolusi:
· Lebih banyak material alami
· Warna tanah
· Detail instalasi lokal
· Sentuhan tropis modern
Sering kali orang salah mengartikan tren sebagai “pengganti total”. Padahal tren desain biasanya:
· Penjualan modul
· Jarang benar-benar mati
Maksimalisme naik bukan berarti minimalisme turun sepenuhnya. Yang terjadi adalah diversifikasi gaya.
Beberapa gaya yang diprediksi akan berkembang:
· Minimalisme hangat
· Organik modern
· Evolusi Jepang
· Tropis modern berkarakter
· Minimalis eklektik
Semua gaya ini masih mengusung DNA minimalis—namun lebih manusiawi dan personal.
Jadi, benarkah gaya minimalis mulai ditinggalkan?
Jawabannya: ya dan tidak .
Ya — jika yang dimaksud adalah minimalisme steril, dingin, dan seragam.
Tidak — jika yang dimaksud adalah prinsip desain sederhana, efisien, dan fungsional.
Minimalisme tidak hilang. Ia hanya berevolusi menjadi:
· lebih hangat
· lebih personal
· lebih banyak
· lebih kontekstual
Sebagai arsitek, hal terpenting bukanlah mengikuti tren secara membabi buta, tetapi memahami kebutuhan pengguna dan karakter ruang.
Karena pada akhirnya, rumah yang baik bukanlah yang paling minimalis atau paling ramai—melainkan yang paling nyaman untuk penghuninya.
The MEZZANINE Studio merupakan bagian dari Arkamaya Grhatama yang fokus bergerak di bidang perencanaan, desain arsitektur dan interior
Masih bingung dengan desain rumah yang ingin dibangun? Free konsultasi dengan arsitek kami